Beranda / Nalar Times / Mahasiswa Tafsir Gelar Webinar Nasional, Soroti Isu Ekologi dalam Perspektif Al-Qur’an

Mahasiswa Tafsir Gelar Webinar Nasional, Soroti Isu Ekologi dalam Perspektif Al-Qur’an

Nalar Times — Isu krisis lingkungan tidak lagi menjadi persoalan yang hanya dibahas oleh kalangan ilmuwan lingkungan hidup. Di tengah meningkatnya berbagai persoalan ekologis, mulai dari deforestasi, pencemaran, hingga perubahan iklim, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir turut mengambil peran dengan menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan realitas lingkungan kontemporer.

Melalui Webinar Nasional bertajuk “Tafsir dan Ekologi: Menimbang Dinamika Lingkungan Indonesia dalam Kacamata Mahasiswa Ilmu Tafsir”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, hasil kajian, dan refleksi kritis mengenai relasi antara tafsir Al-Qur’an dan isu-isu ekologis yang semakin mendesak. Webinar ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, dan terbuka secara gratis bagi mahasiswa.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber mahasiswa yang aktif dalam kajian tafsir. Pemateri pertama, Vina Fatihatussholihah, mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengulas bagaimana kontribusi mahasiswa ilmu tafsir dalam edukasi lingkungan. Selanjutnya, Mir’atul Hasanah, penulis Nalar Tafsir, akan menyampaikan perspektif kritis mengenai gerakan green campus: peran Civitas Akademika dalam merespons krisis lingkungan. Adapun pemateri ketiga, Raifatul Rifka, mahasiswi Tafsir UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Aceh, melengkapi diskusi melalui peran media tafsir dalam membaca dan merespons tantangan lingkungan Indonesia.

Diskusi dipandu oleh Siti Anisah sebagai moderator. Dengan latar belakang akademik para pemateri yang berasal dari institusi berbeda, webinar ini diharapkan menghadirkan ragam perspektif sekaligus memperkaya khazanah diskusi mengenai tafsir ekologi (eco-tafsir) yang kini semakin berkembang dalam studi Al-Qur’an.

Menurut panitia penyelenggara, tema yang diangkat dipilih sebagai respons terhadap meningkatnya urgensi persoalan lingkungan di Indonesia. Al-Qur’an tidak hanya berbicara mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memberikan nilai-nilai etis tentang hubungan manusia dengan alam. Karena itu, mahasiswa tafsir diharapkan mampu menghadirkan pembacaan Al-Qur’an yang kontekstual dan relevan terhadap problem ekologis yang dihadapi masyarakat saat ini.

Selain menjadi forum akademik, webinar ini juga bertujuan mendorong lahirnya generasi mufasir muda yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Kajian tafsir tidak lagi berhenti pada penjelasan makna teks, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi bangsa.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menyampaikan gagasan ilmiahnya di ruang publik serta membangun budaya diskusi yang kritis, terbuka, dan solutif. Dengan demikian, tafsir Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai disiplin keilmuan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam membangun kesadaran ekologis dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *