Drama China dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi bagian dari budaya populer yang digemari berbagai kalangan, termasuk masyarakat Indonesia. Alur cerita yang sederhana, sinematografi yang menarik, serta karakter yang berkembang secara perlahan membuat banyak penonton merasa dekat dengan kisah-kisah yang disajikan.
Di antara berbagai judul yang memperoleh perhatian luas, Hidden Love (2023) menjadi salah satu drama yang banyak dibicarakan. Drama yang diadaptasi dari novel Secretly, Secretly; But Unable to Hide It karya Zhu Yi ini dibintangi oleh Zhao Lusi sebagai Sang Zhi dan Chen Zheyuan sebagai Duan Jiaxu. Berbeda dengan kisah romansa yang mengandalkan konflik berlebihan, Hidden Love justru menghadirkan cerita tentang proses pendewasaan, kesabaran, penghormatan kepada keluarga, dan cinta yang tumbuh secara perlahan.
Popularitas drama ini tidak hanya disebabkan oleh kisah romantisnya, melainkan juga karena penonton menemukan berbagai nilai kehidupan yang terasa dekat dengan realitas. Sang Zhi digambarkan sebagai remaja yang belajar memahami perasaannya secara dewasa, sedangkan Duan Jiaxu tampil sebagai sosok yang harus memikul tanggung jawab keluarga sejak usia muda. Berbagai kesulitan yang mereka alami tidak diselesaikan melalui kemarahan atau balas dendam, tetapi melalui kesabaran, kerja keras, dan komunikasi yang baik. Nilai-nilai inilah yang menarik untuk dibaca kembali melalui perspektif Al-Qur’an.
Dalam Islam, karya seni maupun produk budaya tidak diposisikan sebagai sumber ajaran agama. Akan tetapi, fenomena budaya dapat dijadikan bahan refleksi selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat. Al-Qur’an sendiri berulang kali mengajak manusia untuk memperhatikan berbagai peristiwa kehidupan agar dapat mengambil pelajaran darinya. Oleh karena itu, sebuah drama dapat dipahami sebagai media pembelajaran sosial yang memungkinkan penonton menemukan pesan-pesan moral, kemudian mengujinya menggunakan nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an.
Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah tafsir maudhu’i atau tafsir tematik. Metode ini menghimpun seluruh ayat Al-Qur’an yang berbicara mengenai satu tema tertentu, kemudian dianalisis secara menyeluruh sehingga diperoleh pemahaman yang utuh. Abdul Hayy al-Farmawi menjelaskan bahwa tafsir maudhu’i tidak membaca ayat secara terpisah, melainkan menempatkan seluruh ayat yang berkaitan dalam satu kesatuan pembahasan sehingga pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih komprehensif.
Melalui pendekatan tersebut, artikel ini memfokuskan pembahasan pada dua tema utama yang sangat menonjol dalam Hidden Love, yaitu kesabaran (ṣabr) dan cinta yang sehat (mawaddah wa raḥmah). Kedua tema tersebut dipilih karena menjadi fondasi perkembangan karakter para tokohnya sekaligus memiliki perhatian yang besar dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, tulisan ini tidak bermaksud menilai drama tersebut sebagai representasi ajaran Islam, melainkan mengkaji sejauh mana nilai-nilai positif yang ditampilkan dapat dipahami selaras dengan pesan-pesan Al-Qur’an.
Kesabaran dalam Al-Qur’an bukanlah sikap menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, kesabaran merupakan kemampuan seseorang untuk tetap teguh menjalankan kebaikan di tengah berbagai kesulitan yang dihadapinya. Sikap ini sering dikaitkan dengan ayat -ayat Al-Qur’an. Contohnya dalam QS. Al-Baqarah [2]:153 yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
Selain itu, kesabaran juga terdapat pada QS. Az-Zumar [39]: 10 yang berbunyi:
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ١٠
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.”
Dari kumpulan ayat tersebut dapat dipahami bahwa kesabaran bukan sikap pasif, melainkan usaha aktif untuk tetap berada pada jalan yang benar meskipun menghadapi kesulitan.
Demikian pula cinta dalam Islam tidak sekadar dipahami sebagai luapan emosi, tetapi sebagai hubungan yang dibangun di atas rasa hormat, kasih sayang, tanggung jawab, dan komitmen. Cinta dalam Islam juga sering dikaitkan dalam QS. Ar-Rum [30]: 21 yang berbunyi:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan cinta dalam Islam adalah menghadirkan ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat (rahmah). Dengan demikian, hubungan yang sehat tidak dibangun atas dasar obsesi atau kepemilikan yang berlebihan, melainkan saling menghargai dan mendukung pertumbuhan masing-masing individu.
Kedua nilai tersebut menjadi ukuran yang akan digunakan untuk membaca perjalanan hidup Sang Zhi dan Duan Jiaxu sepanjang cerita Hidden Love. Seperti yang sudah diajarkan oleh Al-Qur’an bahwa kesabaran merupakan kunci menghadapi ujian hidup, sedangkan cinta yang ideal dibangun atas dasar kasih sayang, penghormatan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, masyarakat dapat menikmati hiburan modern secara bijak sambil tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menilai berbagai fenomena budaya yang berkembang di era digital.
Referensi
Al-Farmawi, Abdul Hayy. Metode Tafsir Maudhu’i dan Cara Penerapannya. Bandung: Pustaka Setia, 2002.
Shihab, M. Quraish. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 2019.
Rokim, Syaeful, & Rumba Triana. “Tafsir Maudhu’i: Asas dan Langkah Penelitian Tafsir Tematik.” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2021









