Beranda / Al-Qur’an & Sains / Belajar dari Semut: Tafsir Saintifik QS. Al-Naml tentang Hikmah Kehidupan

Belajar dari Semut: Tafsir Saintifik QS. Al-Naml tentang Hikmah Kehidupan

Segala yang Allah Swt. ciptakan mengandung pelajaran berharga yang harus kita renungkan bersama. Dalam Al-Qur’an, Allah memberikan aneka ragam perumpamaan kepada manusia tentang ciptaan-ciptaanNya. Mulai dari ciptaan yang terkecil hingga ciptaan yang sangat besar. Tujuannya agar manusia dapat mengingat kebesaran Tuhan dan menumbuhkan kesadaran dalam diri. Dalam hal ini Allah Swt. berfirman:

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَۚ 

“Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam al-Qur’an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka dapat pelajaran.” (QS. Al-Zumar/ 39: 27)

Salah satu yang dijadikan perumpamaan dalam Al-Qur’an adalah semut, bahkan nama tersebut dijadikan nama surah Al-Qur’an. Tentu banyak pelajaran yang kita dapat melalui ciptaan itu. Melalui perumpamaan itu, semakin menambah keyakinan orang-orang yang beriman, sebaliknya orang-orang yang ingkar akan semakin meremehkan perumpamaan-perumpamaan yang Allah berikan. Allah menegaskan dalam firman-Nya:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًا ۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ

“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik.” (QS. Al-Baqarah/2 : 26)

Tafsir Ayat

Dibalik kehidupan semut, ternyata ada hikmah berupa pelajaran yang dapat kita petik sebagai pegangan dalam kehidupan ini. Kehebatan semut terletak pada bagaimana mereka mampu membangun koloni, membentuk komunitas. Hal tersebut memberikan pelajaran kepada kita bahwa seberat apa pun beban dalam hidup ini, jika dijalani secara bersama-sama, maka akan menjadi ringan. Kemudian dalam QS. Al-Naml/ 27: 18-19:

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ١٨ فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ ١٩

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Dalam ayat ini, bahwa dalam tiap-tiap koloni semut mampu membangun sistem kehidupan yang terdiri dari pimpinan yang mempunyai komando mutlak dan dipatuhi oleh seluruh lapisan semut lainnya. Dalam kutipan ayat ini dikisahkan bahwa pimpinan semut memanggil para anggotanya untuk bergegas ke sarangnya, karena takut Nabi Sulaiman bersama bala tentaranya, akan menginjak mereka. Nabi Sulaiman tersenyum.

Kisah semut mengajarkan kita semua membangun masyarakat madani yang solid, dibutuhkan rasa percaya diri dari seorang pemimpin, mampu membaca situasi yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak, apalagi suatu hal yang berkaitan dengan keamanan & keselamatan masyarakat luas. Kita sebagai rakyat juga harus memberikan kepercayaan kepada pemimpin kita agar demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

Dalam kitab Tafsīr Jalālayn, dijelaskan bahwa semut adalah makhluk yang dapat berbicara dan berkomunikasi tentunya dengan bahasa mereka sendiri. Melihat pasukan Nabi Sulaiman, salah seekor pemimpin semut pun berkata kepada kawan-kawannya untuk memasuki sarang agar tidak diinjak oleh Nabi Sulaiman beserta bala tentaranya. Nabi Sulaiman yang diberi mukjizat oleh Allah bisa mendengar bahasa binatang dengan perkataan salah seekor semut. Nabi Sulaiman pun tersenyum lantas berdoa dan bersyukur kepada Allah Swt. atas tanda kebesaran Allah yang ditampakkan beliau.

Pendekatan Saintifik

Pembahasan mengenai semut menarik dikaji dengan pendekatan tafsir saintifik. Karena dalam ilmu sains, semut adalah makhluk hidup yang masuk dalam kajian ilmu biologi. Semut adalah hewan dari jenis serangga kecil yang ternyata dalam menjalankan kehidupannya mereka sangat terorganisir, sistematik, dan kekeluargaan dalam kehidupan.

Quraish Shihab dalam tafsirnya memberikan penjelasan rinci bahwa semut merupakan salah satu jenis hewan yang hidup secara berkelompok. Mereka memiliki etos kerja dan disiplin hidup berkelompok yang tinggi. Ṭanṭāwī Jawharī dalam tafsirnya bahwa beliau menjelaskan bahwa semut-semut tersebut mempunyai jiwa gotong royong yang tinggi. Menyusuri tempat-tempat yang sukar, mereka membantu satu sama lain.

Dalam ilmu biologi, semut mempunyai seorang ratu yang menjadi pusat komando, mengatur, dan mengelola kehidupan mereka. Mereka selalu menyimpan bahan-bahan makanan yang telah mereka kumpulkan di sarangnya. Hal ini bertujuan sebagai persediaan bahan makanan ketika musim kemarau. Yang biasa dilakukan semut seringkali membuat decak kagum manusia. Sebagai makhluk yang kecil, mereka bisa membuat jalan-jalan yang sangat panjang dari tanah yang kokoh. Mereka melakukan pada siang hari, lalu pada malam hari mereka kembali ke sarangnya. Pembuatan jalan tersebut tentu tidak bisa dilakukan tanpa adanya sistem organisasi yang mapan dan terstrukur bahkan memiliki rasa disiplin para semut tersebut.

Allah telah menciptakan makhluk yang sangat istimewa. Kita selaku manusia dapat belajar dari para semut, terutama mencontohnya dalam hal berorganisasi. Hal ini membuktikan bahwa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, tatanan organisasi yang baik dapat membuat segala kehidupan manusia lebih teratur dan lebih mudah.

Referensi:

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *