Beranda / Al-Quran & Generasi Muda / Sukses Bukan Banyak “Ah, Tapi”: Pesan QS. An-Najm Ayat 39 di Era Media Sosial

Sukses Bukan Banyak “Ah, Tapi”: Pesan QS. An-Najm Ayat 39 di Era Media Sosial

Di era media sosial, menjadi “sukses” sering tampak seperti hal yang mudah. Kita melihat kreator konten yang tampaknya menikmati hidup tetapi berpenghasilan besar, siswa yang tampak menikmati hidup tetapi tetap berprestasi, atau kisah sukses anak muda yang tersebar cepat. Tontonan tersebut menunjukkan bahwa dengan cepat Anda dapat mencapai sukses. Tanpa disadari, persepsi ini menyebabkan pola pikir baru: keinginan besar tetapi usaha sedikit.

Kalimat seperti “ah, tapi” muncul sebagai hasil dari fenomena ini, seperti “Ah, tapi saya tidak punya waktu, Ah, tapi sulit, Ah, tapi nanti saja.” Kalimat-kalimat ini hanya tampak sederhana, tetapi mereka adalah penghalang utama untuk memulai pekerjaan. Kita kerap kali ingin berubah, tetapi terhalang oleh berbagai alasan. Media sosial biasanya menampilkan hasil daripada proses. Kita seringkali menyaksikan seseorang berada di puncak, tetapi mereka tidak menyadari perjuangan yang panjang yang mereka lalui. Hal ini membuat penonton merasa cukup. Mereka merasa keadaan belum ideal, jadi mereka ingin maju, tetapi tidak bergerak.

Mentalitas “Ah, Tapi” dan Dampaknya

Penundaan yang sering tidak disadari adalah mentalitas “ah, tapi”. Orang ingin belajar, tetapi mengatakan, “ah, tapi capek”; orang ingin memperbaiki kemampuan mereka, tetapi mengatakan, “ah, tapi nanti saja.” Waktu berlalu tanpa perubahan dan tidak lagi berarti. Kebiasaan ini menyebabkan orang terjebak dalam area yang nyaman.

Sebaliknya, terlalu banyak menggunakan media sosial juga dapat mengurangi produktivitas. Studi tentang generasi muda menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mempengaruhi fokus dan keinginan untuk belajar. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa waktu yang seharusnya digunakan untuk self-improvement justru dihabiskan untuk scrolling layar tanpa tujuan.
terlepas dari itu, kehidupan nyata tidak seindah yang digambarkan di media sosial. Proses, kerja keras, dan konsistensi selalu diperlukan untuk sukses. Jika tidak dilakukan upaya, keinginan hanya akan menjadi angan-angan.

Pesan QS. An-Najm Ayat 39 tentang Usaha

Dalam surah An-Najm ayat 39, Allah berfirman:

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ ۝٣٩

Artinya: “bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa hasil yang dihasilkan seseorang didasarkan pada usaha yang dilakukannya. Menurut Tafsir Ringkas Kementerian Agama Republik Indonesia, manusia tidak akan mendapatkan balasan kecuali dari amal dan usahanya sendiri. Seperti dalam pepatah “Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai.” Dengan kata lain, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras dan tidak ada perubahan tanpa tindakan nyata.

Dari Alasan Menuju Tindakan

Ayat ke 39 dalam surah An-Najm mengajarkan peralihan cara berpikir yang sederhana tetapi penting, dari alasan menuju Upaya. Seseorang lebih sering mengatakan “ah, tapi aku tidak punya waktu” daripada “bagaimana aku mengatur waktu”. Lebih baik berkata “bagaimana aku belajar lebih giat” daripada “ah, tapi aku tidak pintar”. Meskipun perubahan ini tampaknya kecil, ia memiliki efek yang signifikan: ia mengubah seseorang dari pasif menjadi aktif. Memulai tindakan, meskipun kecil, sudah merupakan langkah menuju perubahan.

Langkah kecil ini dapat berupa membaca beberapa halaman buku, memperoleh keterampilan baru, atau mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain media sosial. Tidak perlu langsung besar; yang penting adalah konsistensi. Al-Qur’an menekankan kerja keras daripada kesempurnaan.

Media Sosial: Tantangan dan Peluang

Media sosial tidak selalu buruk; mereka bisa menjadi tempat untuk belajar, berbagi, dan mencari inspirasi. Ada banyak konten edukatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan Anda. Meskipun demikian, masalah muncul ketika seseorang hanya mengonsumsi makanan tanpa melakukan apa-apa.

Tanpa tindakan, inspirasi hanya menghasilkan ilusi. Meskipun mereka merasa termotivasi, mereka tidak bergerak. Meskipun hanya menonton, dia merasa telah belajar. “Ah, tapi” adalah hambatan terbesar saat ini. Media sosial seharusnya menjadi alat, bukan tujuan, dan generasi muda harus belajar bahwa kesuksesan tidak datang dari apa yang ditunjukkan di layar, tetapi dari apa yang dilakukan dalam kehidupan nyata.

Mengurangi “Ah, Tapi”, Memperbanyak Usaha

QS. An-Najm ayat 39 menjadi pengingat bahwa masa depan ditentukan oleh usaha. Semakin sering seseorang berkata “ah, tapi”, semakin jauh ia dari tujuannya. Sebaliknya, semakin ia mengurangi alasan dan memperbanyak tindakan, semakin dekat ia dengan keberhasilan. Kehidupan nyata menuntut kesungguhan. Tidak ada jalan pintas menuju sukses. Media sosial boleh saja menampilkan kemudahan, tetapi realitas tetap membutuhkan kerja keras. Oleh karena itu, generasi muda perlu mengubah pola pikir: dari banyak alasan menjadi banyak tindakan.

Pada akhirnya, pesan Al-Qur’an sangat jelas. Sukses bukan ditentukan oleh banyaknya rencana, tetapi oleh usaha yang nyata. Maka, jika ingin berhasil, kurangi “ah, tapi” dan mulai melangkah. Karena manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya.

Referensi

Kementerian Agama Republik Indonesia. Tafsir Ringkas Al-Qur’an, QS. An-Najm ayat 39.

Andriani, D. (2023). Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Motivasi Belajar Generasi Muda. Jurnal Pendidikan dan Inovasi.

Febriyanti, S. A., Setiasih, E. N., Salsabila, S. D., Rhama, B., & Thareq, S. I. (2025). Hubungan Intensitas Penggunaan Aplikasi Tiktok Dengan Motivasi Akademik Mahasiswa Generasi Z. JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial4(4)

Nasrullah, R. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *