Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah yang memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat penting dalam kehidupan umat muslim. Setiap tahunnya, umat Islam seluruh dunia menyambut bulan suci dengan suka cita. Dengan datangnya bulan mulia ini, kita berusaha meningkatkan kualitas takwa dalam beribadah kepada Allah Swt. Seiring perkembangan zaman, Gen. Z menghadapi tantangan yang berbeda dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Gen. Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, tumbuh di tengah kemajuan teknologi dan serba digital. Sebagaian dari mereka menyalahgunakan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, mereka lebih cenderung mengikuti perubahan zaman, tanpa memperhatikan bahwa itu adalah sia-sia.
Di tengah situasi itu, Ramadan hadir bukan sekedar sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai ruang jeda, yaitu sebuah momen sakral untuk berhenti sejenak, menata ulang arah hidup, dan kembali menyapa nilai-nilai yang sering terpinggirkan oleh dunia oleh hiruk-pikuk dunia modern. Puasa bukan hanya sebagai menahan lapar dan dahaga, akan tetapi ialah latihan kesadaran, disiplin batin, dan pengendalian diri. Firman Allah Swt.:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah/ 2: 183)
Ayat ini memiliki fungsi puasa sebagai media training center bagi insan beriman guna meraih perisai rabbani yang dapat menguatkan iman dan membentengi hati dari bujuk rayuan godaan Setan, sehingga dapat menggapai derajat takwa. Perisasi rabbani menjadi bekal utama untuk meraih takwa hanya diraih oleh mukmin yang tulus dalam berpuasa hingga meraih derajat yang paling mulai di sisi Allah adalah hamba bertakwa.
Tantangan Gen Z dalam Menjalankan Ibadah Ramadan
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Gen. Z dalam menjalani puasa Ramadan adalah pengaruh medsos. Generasi ini sangat aktif di medsos, dan seringkali terpapar konten yang tidak mendukung semangat dalam menjalankan ibadah puasa. Ramadan seharusnya dimaknai sebagai langkah untuk jeda eksistensial, berhenti sejenak dari perlombaan yang tidak jelas akhirnya. Supaya tidak terus-menerus terjebak dalam arus. Hadis Rasulullah Saw. yang diriwayatkan Abu Hurairah ra. sangat relevan di era medsos, ketika waktu dan perhatian terkuras untuk hal yang sia-sia dalam hidup.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْه”. (رواه الترمذي: ١٤٨٩)
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak penting (berguna) baginya” (HR. al-Tirmiżī no. 1489)
Gen. Z seringkali kesulitan dalam menyeimbangkan antara aktivitas sehari-hari dengan ibadah puasa. Jadwal yang sangat padat, tuntutan pekerjaan atau tugas sekolah, serta keinginan untuk tetap produktif selama Ramadan bisa menjadi sesuatu tantangan tersendiri. Kelelahan & rasa lapar bisa memengaruhi konsentrasi puasa, kadang mereka merasa kesulitan untuk fokus pada ibadah. Allah menerangkan dalam firman-Nya,:
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS. al-Ḥadīd/ 57: 20)
Puasa Ramadan mengharuskan umat Islam untuk mengatur pola makan dan tidur, terutama dengan adanya sahur sebelum fajar dan berbuka pada matahari terbenam. Gen. Z cenderung memiliki kebiasaan tidur yang kurang teratur bisa mengalami gangguan pola tidur selama Ramadan. Hal ini dapat memengaruhi energi dalam menjalani ibadah puasa dan aktivitas sehari-hari. Rasulullah Saw. menjelaskan dalam hadisnya, yaitu:
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ” يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ ”. قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ ” فَلاَ تَفْعَلْ، صُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ”.(رواه البخاري: ٥١٩٩)
Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra. berkata: Rasulullah Saw. berkata kepadaku: “Wahai Abdullah, apakah benar berita bahwa kamu puasa seharian penuh kamu salat sepanjang malam?” Aku jawab: “Benar, wahai Rasulullah”. Beliau berkata: “Janganlah kamu lakukan itu, tetapi puasalah dan berbukalah, salat malamlah dan tidurlah, karena untuk jasadmu ada hak atasmu, matamu punya hak atasmu, istrimu punya hak atasmu dan istrimu punya hak atasmu.” (HR. al-Bukhārī no. 5199)
Peluang Gen Z dalam Menjalankan Ibadah Ramadan
Meskipun medsos bisa menjadi tantangan, Gen. Z juga dapat memanfaatkannya untuk memperdalam pemahaman seputar ibadah puasa. Banyak aplikasi Islami yang menawarkan konten-konten mengenai pendidikan untuk meningkatkan kualitas puasa.
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan emosi, ego, dan dorongan impulsif yang menyebabkan puasa yang kita jalankan akan menjadi suatu hal yang sia-sia yang kita kerjakan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasul Saw.:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ. وَفِي رِوَايَةٍ: وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ. (رواه البخاري: ١٩٠٤)
Dari Abu Hurairah ra., berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Puasa itu adalah perisai, maka janganlah berkata & berbuat kotor.’ Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka hendaklah dia berkata, ‘Aku sedang berpuasa.’ (HR. al-Bukhārī no. 1904)
Dalam hadis ini sudah dijelaskan kurikulum Ramadan yang mendorong seorang muslim untuk berbuat baik dan menghindarkan dari perbuatan dosa, sekaligus berubah menjadi perisai rabbani yang membentengi diri dari segala hal yang dimurkai Allah Swt. Bentuk perisai yang dihasilkan dari ibadah puasa tidak nampak seperti, perisai perang, melainkan tercemin pada dorongan spiritual yang tumbuh dalam diri seseorang muslim, yang terus memotivasi dirinya untuk berbuat baik, dan menghindari diri dari segala perbuatan dosa. Dorongan ini lahir dan terlatih saat ia tunaikan ibadah puasa.
Puasa juga memberikan kesempatan bagi Gen. Z untuk merenung dan melakukan refleksi diri. Dengan mengurangi distraksi dunia luar, mereka dapat lebih fokus untuk memperbaiki diri, meningkatkan kedekatan dengan Tuhan, dan mencari makna hidup yang lebih dalam. Ini adalah peluang mereka untuk tidak hanya berpuasa dari makanan dan minuman, tetapi juga dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Allah Swt. berfirman:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Al-Ra’d/ 13: 28)
Gen. Z bisa memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk aktif dalam kegiatan sosial seperti berbagi makanan yang membutuhkan, menyumbangkan hartanya, dan ikut serta dalam berbagai program kemanusiaan yang banyak digagas di platform digital sosial.
Referensi:
Hidayat, Adi. 2021. Makna Ayat Puasa: Mengenal Kedalaman Bahasa Al-Qur’an. Bekasi: Quantum Akhyar Institude.
Kompasiana. “Gen Z & Puasa Ramadhan: Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Ibadah di Era Digital.” Kompasiana, 29 Maret 2025, https://www.kompasiana.com/alimutaufiq2918/67e73df1ed641545f0320016/gen-z-dan-puasa-ramadhan-tantangan-dan-peluang-dalam-menghadapi-ibadah-di-era-digital. Diakses 19 Februari 2026.
Mutaufiq, Ali. “Ramadhan 1447 H/ 2026 M: Saatnya Generasi Z Menekan Tombel Jeda.” Link Jambi, 14 Februari 2026, https://jambilink.id/post/7182/ramadhan-1447-h-2026-m-saatnya-generasi-z-menekan-tombol-jeda. Diakses 19 Februari 2026.









