Home / Tafsir Kontekstual / Pentingnya Kesadaran Manusia Untuk Merawat Pohon: Refleksi QS. Al-Wāqi’ah Ayat 63-65

Pentingnya Kesadaran Manusia Untuk Merawat Pohon: Refleksi QS. Al-Wāqi’ah Ayat 63-65

Seperti yang kita ketahui bahwa pohon merupakan paru-paru dunia yang berfungsi untuk pertukaran oksigen maupun karbon dioksida pada bagian daun. Selain menjadi paru-paru dunia, juga sebagai keseimbangan alam pada bagian batang sebagai tongkat kehidupan agar tidak bergeser struktur tanah yang selalu berubah dan menyerap air agar tidak terjadinya banjir dan tanah longsor.

Banyak terjadi kasus penebangan pohon secara membabi buta saat ini. Di tahun 2025, terjadi peristiwa banjir bandang di kawasan tiga provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Banjir bandang tersebut menelan ribuan korban yang tinggal di wilayah tersebut. Habitatnya dihancurkan oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab.

Penebangan hutan dilakukan oleh oknum pemerintah yang tidak bertanggung jawab. Alasan dibalik penebangan tersebut yaitu dengan melakukan pembangunan daerah. Pembangunan daerah dilakukan oleh negara dengan penambangan nikel yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Selain itu, bisa menghasilkan BBM yang menjadi kebutuhuhan penting bagi masyarakat luas.

Akan tetapi, penebangan tersebut secara illegal, sehingga terjadi kerusakan alam di berbagai tempat. Selain itu, juga memakan banyak korban-korban yang tidak bersalah. Ada yang bilang tujuan penebangan adalah untuk pembangunan daerah. Yang jadi pertanyaan adalah lahan yang ditebang tersebut untuk memenuhi hajat orang banyak atau hajat individu maupun kelompok. Ini menjadi tanda tanya bagi para pejabat.

Selama ini yang kita hadapi adalah kemiskinan yang terjadi di negeri yang tercinta. Padahal SDA berlimpah, lalu mengapa setelah penebangan pohon tersebut masih ada yang tidak menikmati hasil penebangan? Ini yang dilakukan oleh oknum penjabat yang ingin meraup sebanyak-banyaknya. Sedangkan rakyat biasa hanya mendapatkan musibah yang disebabkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.

Islam mengajari kepada kita bahwa pepohonan amat penting karena pepohonan bukan saja menghasilkan oksigen untuk kita hidup. Pepohonan juga menyimpan karbon yang merupakan bahan pangan buat manusia dan hewan. Hutan berfungsi antara lain mencegah erosi dan banjir juga menjadi habitat satwa liar yang tentu saja memiliki juga nilai manfaat yang tidak kecil. Sudah dijelaskan di dalam firman Allah Swt.:

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ. ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ. لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ.

“Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan? Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; Maka kamu akan heran tercengang.” (QS. Al-Wāqi’ah/ 56: 63-65)

Menurut Quraish Shihab dalam buku yang berjudul Islam dan Lingkungan bahwa Apakah kamu melihat menunjukkan bahwa dengan kepala atau hati, keadaan yang sungguh menakjubkan atau terangkanlah kepads-Ku tentang benih yang kamu dari saat  ke saat tanam. Kamulah yang menumbuhkannya setelah benih itu kamu tanam, sehingga dia pada akhirnya berbuah ataukah Kami penumbuh-penumbuhnya?

Lanjutan ayat tersebut bahwa Kalau Kami kehendaki, maka benar-benar Kami kehendaki, maka tanaman itu kering tidak berbuah dan hancur berkeping-keping sebelum kamu petik akibat sengatan panas atau dimakan hama, maka kamu terus-menerus sepanjang hari menjadi heran tercengang seraya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian waktu, tenagga, dan harta benda. Lanjutan ayat tersebut bahwa setelah kami bersungguh-sungguh berupaya, bahkan nasib kami buruk sehingga kami menjadi orang-orang yang tercegah memperoleh sedikit hasil pun.”

Dalam fikih Islam bahwa hukum menebang pohon itu jelas haram. Karena bisa merusak alam dan juga bisa terganggu ekosistem pada hutan tersebut. Pohon merupakan ekosistem hewan liar yang hidup di alam tersebut. Jika ekosistem tersebut diganggu, maka akan terjadi kepunahan pada hewan yang di sama. Dan kerusakan tersebut akibat perbuatan manusia itu tersendiri. Seperti hal dengan firman Allah Swt.:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Al-Rūm/ 30: 41)

Ada yang membolehkan menebang pohon itu boleh, hanya ada manfaat bagi manusia itu tersendiri untuk memenuhi hajat banyak orang. Bukan berarti menebang pohon secara illegal dan menyebabkan banjir maupun tanah longsor yang memakan banyak korban. Allah SWT. mengingatkan kaum muslimin untuk menebang pohon atas izin Allah Swt., seperti di dalam firman-Nya di dalam Qs. Al-Ḥasyr/ 59: 5:

وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗوَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ

Dan orang-orang yang telah menempati dan telah beriman sebelum mereka, mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka; dan mereka mengutamakan, atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Dalam buku Islam dan Lingkungan bahwa Bapak Quraish Shihab memberikan isyarat bahwa penebangan walau satu pohon tidak boleh semena-mena, tidak boleh juga merugikan apalagi membahayakan. Ini sebabnya Nabi Saw. melarang menebang pohon walau dalam peperangan kalau tidak amat sangat diperlukan. Beliau juga mewanti-wanti mereka yang menebang tumbuhan tanpa tujuan yang benar.

Pohon ini diciptakan untuk kita, kita diperintahkan untuk melestarikan, memakmurkan, dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Namun, kita juga harus menjaga keseimbangan alam. Misalnya, kita tidak boleh merusak & membakar hutan secara sembarangan atau liar tanpa menanam pohon kembali sebagai penggantinya atau yang kita kenal sebagai reboisasi. Kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kita sudah menerapkan akan merasakan manfaatnya, seperti lingkungan yang asri, hijau, udara yang sejuk, dan terbebas dari banjir dan tanah longsor. Solusi untuk menjaga pohon sebgai paru-paru dunia & penegak kehidupan, yaitu jangan melakukan deforestasi yang berlebihan dengan tebang pilih dan setelah melakukan penebangan pohon, maka harus dirapikan kembali setelah melakukan penebangan pohon.

Penebangan pohon merupakan salah satu kegiatan yang baik, jika digunakan untuk memenuhi hajat banyak. Dan kebalikannya juga menjadi bumerang bagi kita, jika melakukan secara berlebihan. Agar tidak terjadi bencana alam yang disebabkan oleh penebangan pohon, maka dibuatkan gerakan penanaman hijau di beberapa daerah oleh masing-masing Pemda, agar hutan tersebut kembali menjadi hijau.

Referensi:

  • Agus Muhammad, dkk. 2024. Akidah Akhlak Kelas 6. Bogor: Yudistira.
  • Shihab, Qurasih Shihab. 2023. Islam & Lingkungan: Perspektif Al-Qur’an Menyangkut Pemeliharaan Lingkungan. Tangerang: Penerbit Lentera Hati.

Tag:

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *