Home / Al-Quran & Generasi Muda / Kiat Mencegah Burnout Generasi Z Berdasarkan QS. Al-Ashr Ayat 1-3

Kiat Mencegah Burnout Generasi Z Berdasarkan QS. Al-Ashr Ayat 1-3

Gen-Z merupakan sebutan untuk individu yang lahir dalam rentang waktu antara tahun 1997-2012. Mereka lahir diera perkembangan teknologi yang sedang berkembang pesat. Maka dari itu Gen-Z bisa disebut sebagai generasi digital yang mampu menguasai ragam bentuk teknologi. Namun di samping itu ada beberapa masalah yang cukup identik disematkan pada kaum Gen-Z yaitu burnout (kelelahan fisik, mental dan emosional). 

Sementara itu, sebagian dari mereka juga menjadi golongan yang disebut sandwich generation, dimana mereka menghadapi tekanan secara berlapis-lapis dalam keluarga. Sementara tantangan dunia akademik yang menuntut untuk saling bersaing, pola kehidupan sosial, dan perkembangan teknologi. Tentunya ini menjadi tantangan bagi mereka untuk terus upgrade terhadap perkembangan digital yang kian pesat.

Sering kali burnout menjadi permasalahan yang cukup serius bagi mereka. Burnout ditandai dengan perubahan emosional yang cepat, kelelahan fisik dan mental sehingga menghambat produktifitas dalam perkerjaaan ataupun kesejahteraan psikologis. Dalam konteks ini, Al-Qur’an telah memberikan solusi melalui QS Al-Ashr ayat 1-3 tentang penanganan dan pencegahan burnout dengan pendekatan ruhani dan psikologis yang seimbang.

QS Al-Ashr ayat 1-3:

وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”

Ayat peratama QS Al-Ashr di dalamnya berisi sumpah Allah atas beragam kejadian di muka bumi sebagai tanda kekuasaan Allah. Seperti terjadinya siang dan malam, berakhirnya masa kehidupan manusia dan semesta, dan segala bentuk kejadian dimuka bumi adalah bentuk dari keagungan Allah SWT.

Pada ayat kedua menjelaskan bahwa sungguh manusia benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, terlebih apabila sisa waktu yang dimiliki digunakan untuk melakukan sesuatu hal yang buruk. Pada ayat ketiga Allah menyampaikan bahwa jika manusia tidak ingin mendapat kerugian, maka perkuat hubungan dengan Allah dengan ibadah dan beramal shaleh (kemenag.go.id/)

Integrasi Nilai QS. Al-Ashr untuk Mencegah Burnout

Pertama, “Demi masa” ini mengingatkan kita untuk mampu mengelola waktu dengan baik dan bijaksana. Karena sesungguhnya waktu itu bersifat sangat terbatas, jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk sesuatu yang bermanfaat, maka kerugian yang akan didapatkan. Gen-Z harus bisa mengatur waktu dengan baik. menempatkan segala sesuatu sesuai dengan prioritas dan kemampuan, terutama melakukan segala hal yang berkaitan dengan pengembangan diri.

Kedua, setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus dijalani. Pengambilan keputusan yang salah bisa berdampak besar salah satunya dapat mempengaruhi kesehatan mental. Tindakan yang dilakukan tanpa akal sehat dapat memicu terjadinya burnout. Hal ini dapat mengakibatkan kelelahan fisik maupun mental, sensitif dan mudah tersinggung, intervensi diri, hingga sulit dalam memahami ilmu yang berimbas pada penurunan prestasi.

Ketiga, Al-Quran telah memberikan solusi kepada kita agar tidak mengalami burnout. Adapun solusi tersebut yaitu melakukan amal shaleh baik kepada Allah ataupun manusia, sabar dalam menghadapi sesuatu dan tidak tergesa saat mengambil keputusan, saling menasihati dalam hal kebenaran, memperkuat keimanan terhadap Allah SWT.

Strategi Pencegahan Burnout

Menjaga keseimbangan antara kebutuhan emosional dan fisik merupakan strategi dalam mencegah terjadinya burnout. Berikut beberapa strategi mencegah burnout perspektif kesehatan mental:

Pertama, luangkan waktu untuk beristirahat atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh rileks. Misalnya dengan membaca Al-Qur’an, olahraga, tadabbur alam, meditasi, ataupun melakukan hobi. Kegiatan-kegiatan ini bisa mencegah terjadinya stres dan menjaga kesejahteraan kesehatan mental. Manajemen waktu dalam pencegahan burn out ini relevan dengan pesan yang disampaikan dalam QS Al-Ashr ayat pertama tentang pengaturan waktu.

Kedua, di kalangan pelajar atau pekerja keras, mindfulness terbukti sangat efektif mengurangi resiko burnout. Melalui praktik mindfulness seseorang bisa mengenali tanda-tanda dirinya mulai terkena burnout. Teori mindfulnes memberikan pengajaran bahwa diri ini memiliki hak untuk mendapatkan ruang beristirahat agar tidak terjebak dengan rutinitas yang sama sehingga kesehatan mental tetap terjaga dan merawat produktivitas dalam jangka panjang.

Ketiga, QS Al-Ashr ayat 1-3 menekankan untuk saling menasehati satu sama lain. Bentuk jaringan pertemanan yang sehat untuk saling menasehati dan memberi dukungan yang sportif. Lingkungan yang sehat akan membentuk kepribadian yang kuat secara mental dan mindset.

Keempat, atur eksposur media sosial dan jangan menjadikan suatu konten kehidupan orang lain sebagai standar tunggal. Sering kali Gen-Z menjadikan trend media sosial sebagai standar tolak ukur dikehidupan nyata. Kebiasaan ini akan menimbulkan gangguan dalam pola pikir yang berujung pada kecemasan dan rasa tidak pernah puas. Jika hal ini berlangsung dalam jangka panjang, akan menyebabkan kelelahan mental dan beragam permasalahan dalam hidup.

Sinergi Iman Dan Ilmu Sebagai Upaya Pencegahan Burnout

Burnout muncul disaat manusia sudah mulai kehilangan makna dalam aktivitas yang dilakukannya. QS Al-Ashr hadir sebagai solusi untuk menjalani kehidupan yang lebih bermanfaat melalui nilai-nilai yang terkandung didalamnya.  QS. Al-Ashr mengajarkan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur oleh pencapaian materi, tetapi oleh keseimbangan antara iman, amal, dan kesabaran.

Iman dalam diri seseorang merupakan sumber kedamaian dan kekuatan hati. Seseorang yang menanamkan iman dengan kokoh dalam hatinya, ia akan menganggap bahwa segala ujian bernilai ibadah dan cara Allah untuk mengangkat derajat hambanya. Cara pandang seperti ini akan mengubah mindset negatif menjadi positif. Sehingga perjalanan kehidupan yang diimbangi dengan iman yang kuat, apapun peristiwa yang dihadapi, ia akan selalu damai.

Jika iman adalah pondasi dalam kedamaian dan ketenangan hati, maka ilmu adalah petunjuk bagi manusia agar dapat mengelola stress dengan baik. Dalam ilmu psikologi modern dikatakan bahwa self-love, time management, dan coping strategis adalah cara untuk mencegah burnout hal ini sangat selaras dengan tafsir QS Al-Ashr yang mengajarkan untuk memanfaatkan waktu dengan benar, menjaga kesimbangan antara pikiran dan tindakan, serta pola hidup yang sehat.

Referensi

Lorenza, Sihite Lena. Mengatasi Burnout Strategi Untuk Menghadapi Kelelahan Dan Kehabisan Energi. Circle Archive (2024)

Hidajat, Helga Graciani H, dkk. Motivasi dan Kreativitas Digital dalam Kesehatan Mental Akademik. Pekalongan: NEM (2024)

Jamaluddin, Owin Jamasy. Cahaya Iman Menembus Hakikat, Menghindari Krisis Dan Menuntun Akal. Bekasi: Alungcipta (2025)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *