Home / Tafsir Kontekstual / Hemat atau Pelit? Mengupas Tren “Frugal Living” Perspektif Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 29

Hemat atau Pelit? Mengupas Tren “Frugal Living” Perspektif Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 29

Di tahun 2026 ini  dengan perkembangan zaman yang terus meningkat banyak biaya hidup yang semakin mahal, godaan belanja yang sangat merajalela bahkan banyak hal- hal yang dapat memicu keinginan untuk mengeluarkan uang, dengan begitu dapat menjadikan seseorang menjadi boros dan tidak terkendali dalam pengelolaan uang.

Seseorang sering kali dipenuhi dengan berbagai  macam problem yang berasal dari dalam dirinya yang menyebabkan kehidupan seseorang menjadi cemas dan khawatir serta tidak bersyukur. Itulah yang menjadi penyebab utama kenapa seseorang menjalankan hidupnya terasa sangat berat. Maka agar seseorang bisa menjalankan kehidupan dengan lebih ringan agama menawarkan sebuah pola kehidupan yang sebenarnya. Dan dalam pola kehidupan inilah di era milenial orang menyebutnya dengan Frugal Living.

Frugal Living adalah gaya hidup hemat yang menentukan pada pengelolaan keuangan yang bijak, mementingakan kebutuhan yang utama dari pada keinginan, guna mencapai stabilitas atau kebebasan finansial jangka panjang.(Samuel Ray :2023 ) Tujuan gaya hidup hemat adalah bertujuan untuk menghemat uang dan mengurangi pengeluaran dengan cara lebih Mindful dan Strategis dalam mengelola keungan untuk mencapai masa depan

Frugal Living dalam Islam bukan berarti mengajarkan kita sikap untuk menjadi seorang yang pelit atau kikir atau perhitungan. Tetapi Frugal Living adalah sebuah sikap menyikapi atas apa yang sudah kita raih dan bagaimana seseorang  memanfaatkan apa yang telah dianugerahkan oleh Allah dengan skala prioritas yang tepat serta menghindari dari pemborosan. Konsep Frugal Living, yang berarti hidup hemat dan bijaksana dalam pengeluaran, sejatinya selaras dengan ajaran Islam. Hal ini dapat kita pahami dari firman Allah dalam Surat Al-Isra’ Ayat 29 yang berbunyi :

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا 

Janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan jangan (pula) engkau mengulurkannya secara berlebihan sebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal”.

Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan cara-cara yang baik dalam membelanjakan harta. orang-orang yang kikir dan pemboros dalam membelanjakan harta adalah orang yang Tidak disukai allah. Sebagaimana penjelasan lainnya yang terdapat dalam surah Al-Isra ayat 27 :

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

“Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Makki bin Abi Thalib dalam Al-Hidayah Ila Bulugh An-Nihayah, menjelaskan bahwa ayat di atas menjelaskan larangan bagi umat Islam untuk menghamburkan harta kekayaan yang Allah berikan untuk bermaksiat kepada-Nya.  ayat ini menekankan pentingnya menggunakan harta dengan bijak dan bertanggung jawab, serta menghindari perilaku boros dan berlebihan. Di zaman sekarang ini banyak sekali berbagai media yang membuat iklan- iklan produk yang menarik sehingga menjadikan seseorang minat untuk membelinya tanpa mempertimbangkan barang itu berguna atau tidak untuk kedepannya .

Beberapa anak -anak lebih sering membeli sesuatu karena barang tersebut menarik dan lucu tetapi tidak mempertimbangkan manfaat barang tersebut. Adapun contoh lain seperti pengguna aplikasi Netflix, Spotify, Vidio atau aplikasi yang berlangganan lainnya yang harus dibayar secara online, tanpa kita sadari hal tersebut sangat mempengaruhi sistem keuangan karena secara tidak langsung kita menghabiskan uang dengan hal yang tidak bermanfaat . Dengan cara kita menghabiskan uang terkadang kita lupa bahwa harta kita itu didapatkan dengan cara menukar waktu yang tidak pernah kita bisa dapatkan kembali.

Sementara itu, Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, menjelaskan bahwa Islam melarang kita untuk memboroskan harta. Maksudnya, membelanjakan harta untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak bermanfaat. Perilaku ini diibaratkan seperti sifat setan, yang selalu ingkar kepada Tuhannya. Jadi, orang yang boros bisa dikatakan “saudara setan” karena mereka memiliki sifat yang sama, yaitu tidak bijak dalam menggunakan harta dan jauh dari ketaatan kepada Tuhan.

Konsep Frugal Living adalah tentang membuat pilihan-pilihan penting untuk hidup sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing indiidu. Hidup hemat bukan berarti pelit atau hidup kekurangan. Justru, ini tentang membuat pilihan cerdas agar hidup sesuai kemampuan dan terhindar dari jeratan hutang. ( Deborah Taylor-Haugh :2003)

Konsep ini pada dasarnya adalah bijak dan cermat dalam menggunakan sumber daya yang kita miliki. Dengan menerapkan Frugal Living dikehidupan sehari – hari akan lebih membantu kita untuk mengelola uang dengan baik. Banyak juga yang sudah menjalankan program Frugal Living dan akhirnya mereka melakukan itu untuk mencapai kebebasan finansial.

Bagaimana Cara Kita untuk Menerapkan Frugal Living Ini?

Dalam buku Your Money Or Your Live karya Vicki Robin beliau menjelaskan untuk memulai hidup hemat kita dapat melakukan Mindset Frugal Living yang artinya harus mengembangkan pola pikir dalam setiap hal karena dalam kehidupan keseharian, karena kita tidak dapat selalu berpikir jernih seperti itu. Contohnya  ketika ada Sale atau barang yang kita inginkan tanpa berpikir dua kali kita beli barang tersebut karna cinta diri sendiri atau disebut selflove, padahal kita harus berpikir sebenarnya berapa jam yang kita habiskan untuk mendapatkan sesuatu dengan bekerja keras.

Dengan menerapkan Frugal Living ini kita juga bisa menjaga keseimbangan antara hemat dan berbagi sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 267 . Hemat bukan berarti tidak berbagi, sebaliknya Frugal Living ini bertujuan agar memiliki sisa harta untuk berinfaq.  Rasullulah Saw bersabda bahwa “ وَمَا عَالَ مَنِ اقْتَصَد” tidak akan menjadi miskin orang yang berhemat.

Artikel ini bertujuan untuk menerangkan bahwa dianjurkan nya dalam islam untuk hidup hemat bukan pelit ,kikir, atau perhitungan. Maka hidup hemat lebih dalam daripada itu. Dan untuk membuat pengelolaan uang yang baik menurut syariat islam supaya terjamin masa depan yang baik , serta harus menjadikan kehidupan yang sederhana di dunia menurut ajaran agama.

Referensi :

Robin, V., & Dominguez, J. (1992). Your Money or Your Life: Transforming Your Relationship with Money and Achieving Financial Independence. New York: Penguin Books.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jilid VII. Ciputat: Lentera Hati.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *